Pressemitteilung

Pressemitteilung   Bundesgeschäftsstelle
Langemarckstr. 210
28199 Bremen

Tel.: 0421 / 598 28 8
Fax.: 0421 / 598 28 72

Pressestelle
Nernstweg 32
22765 Hamburg

Tel.: 040 / 380 892 0
Fax.: 040 / 380 892 14

Pressemitteilung  


1 Pebruari 2004

english version... | german version...

Bidang: Lingkungan Hidup/Ekonomi

Perusahan bubur kertas international merusak hutan primer untuk membuat kertas

Aktivis lingkungan hidup melakukan protes pada pameran dagang kertas terbesar di Eropa yang diselenggarakan di Frankfurt

Pedagang yang mengunjungi pameran dagang kertas terbesar di Eropa yang diselenggarkan di Frankfurt hari ini mendapatkan ucapan "selamat datang" yang special : Aktivis-aktivis ROBIN WOOD, Pro REGENWALD dan urgewald menyambut mereka dengan spanduk besar yang berisi kata-kata protes atas kerusakan hutan di daerah tropis dan daerah utara. Dua “orang utan” dan seekor “beruang” mendekati tamu dan menyampaikan tuntutan, jangan membeli kertas yang berasal dari penghisapan hutan. Di depan pintu masuk gedung pameran dipasang sebuah spanduk besar sepanjang 10 meter berkata: "Kertas merusak hutan - kertas daur ulang tidak".

Sekitar 40 persen dari pohon yang ditebang secara komersial berakhir sebagai campuran serat pabrik kertas. Jerman merupakan salah satu negara yang menghabiskan kertas paling banyak. Setiap orang di Jerman menghabiskan 230 kilogramm kertas setahun, jauh lebih banyak daripada rata-rata konsumsi global yang berkisar sebesar 50 kilogram.

Dampak destruktif pemborosan konsmsi kertas oleh negara-negara industri dirasakan oleh manusia dibelahan dunia lain. Seperti ang dirasakan oleh penduduk di pulau Sumatera, Indonesia, misalnya. Perusahan serat besar seperti Asia Pulp dan Paper (APP) dan Asia Pacific Resources International (APRIL) telah berhasil mengusir penduduk dari tanah mereka, telah merusakan kawasan-kawasan hutan, dan kemudian meninggalkan kerusakan hutan yang sangat parah. Selain itu, praktek pembatatn hutan juga mengakibatkan kepunahan habitat orang utan di Sumatera. Produk kertas APP dan APRIL sedang dijual di pameran PAPERWORLD - APP mempunyai tempat penjualan sendiri dan APRIL diwakili oleh pedagang kertas Jerman yang paling besar, Papier Union. "Kami tidak tahan melihat pohon raksasa terakhir, berada di kantor-kantor di Jerman", kata aktivis ROBIN WOOD Peter Gerhardt. "Kami bersama lembaga-lembaga lingkungan hidup di Indonesia menuntut pedagang Jerman untuk segera berhenti menjual kertas yang dibuat dengan bahan baku hasil illegal logging di Indonesia."

Illegal logging untuk bahan baku kertas terjadi juga di hutan utara. Sekitar seperlima serat yang dikonsumsi oleh Jerman berasal dari Kanada, dan serat ini didapatkan oleh pemerintah dan pengusaha kayu Kanada dengan jalan tidak mengakui hak-hak masyarakat Indian atas tanahnya. Padahal tuntutan masyarakat Indian didasari oleh hukum nasional Kanada maupun hukum internasional. "Tanah ini dicuri dari rakyat Indian, hutan kami dirusak, dan itu hanya agar orang Jerman dapat terjamin kebutuhan mereka akan kertas", kata aktivis urgewald Lydia Bartz. Aktivis lingkungan hidup itu menganjurkan kertas daur ulang sebagai pengganti semua bahan kantor. Pembuatan kertas daur ulang hanya membutuh sedikit energi dan air, melestarikan hutan dan tetap dapat memenuhi permintaan produsen mesin-mesin kantor. "Tujuan kami adalah agar pedagang lebih banyak menawarkan produk yang dibuat dari kertas daur ulang, serta informasi tentang keuntungan kertas diberikan kepada konsumen secara aktif", kata Simone Hörner dari Pro REGENWALD.


Kontak:
pembicara pers Ute Bertrand, Tel: +49 40 380 892 22, presse@robinwood.de

 

Pressemitteilung

©ROBIN WOOD      - home -